Student Arduino Projects
Explore the innovative creations by the students of SMA Trinitas Bandung. From robotics to IoT, witness the future of technology.
Pintu Otomatis
Kelompok ini membuat proyek pintu otomatis menggunakan Arduino. Sistem ini menggunakan sensor ultrasonic untuk mendeteksi keberadaan objek di depan pintu. Ketika ada orang mendekat, sensor akan mengirim sinyal ke Arduino, lalu servo motor akan menggerakkan pintu untuk terbuka. Setelah orang lewat, pintu akan menutup kembali secara otomatis. Komponen yang digunakan: Arduino Breadboard Kabel (wire) Sensor ultrasonic Konektor/USB ke laptop Servo motor Latar belakang dan manfaat: Memudahkan orang membuka pintu, terutama saat membawa banyak barang. Membantu lansia yang kesulitan membuka pintu secara manual. Meningkatkan keamanan, karena pintu dapat menutup otomatis sehingga mengurangi kemungkinan lupa menutup pintu. Mempermudah aktivitas sehari-hari dengan bantuan teknologi. Refleksi proyek: Dalam proses pembuatan, anggota kelompok belajar bekerja sama, berkomunikasi, saling membantu, dan berbagi tugas serta biaya. Proyek ini juga mencerminkan nilai choice (cerdas, otentik, iman, dan solidaritas) melalui kerja sama dan kreativitas dalam membuat alat.
Palang Pintu Otomatis
Anggota: Nathaniel Felix Nicholas Vernon Nataatmadja Christopher Aldrian Rafael Andrea Christie Susanto Nixon Jermaine Parulian Sinaga Mereka membuat sebuah alat menggunakan sensor ultrasonic, Arduino, dan servo. Cara kerjanya adalah ketika sensor ultrasonic mendeteksi objek di depannya, sensor akan mengirimkan sinyal ke Arduino. Arduino kemudian memproses sinyal tersebut sesuai dengan program yang telah dibuat dan menggerakkan servo untuk membuka palang. Setelah objek tidak lagi terdeteksi oleh sensor, palang akan kembali ke posisi semula.
Tong Sampah Otomatis
Anggota: Aimee Alverta Rhys Carlos Lorenzo Alexander Valerie Patricia Timothy Nafthalia Alexandra Harun Joseph Aaron Iskandar Kelompok kami membuat proyek informatika berupa tong sampah pintar menggunakan sensor ultrasonic dan Arduino Uno. Sensor ini mendeteksi jarak sampah di dalam tong. Jika sampah sudah mendekati jarak sekitar 7 cm dari sensor, maka sistem akan menganggap tong sudah penuh dan lampu LED merah akan menyala sebagai tanda bahwa sampah harus segera dibuang. Komponen yang digunakan: LED Breadboard Resistor Arduino Uno Tong sampah Kabel male to female Kabel male to male Baterai 9 volt Sensor ultrasonic Tujuan dan manfaat proyek: Mencegah sampah meluap karena tong dapat memberi tanda saat sudah penuh. Menghemat waktu dan tenaga petugas kebersihan karena mereka tahu kapan harus mengosongkan tong. Meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan dengan mengurangi bau serta hama seperti lalat dan tikus. Menghemat biaya operasional karena pengangkutan sampah menjadi lebih efisien. Refleksi proyek: Proyek ini mencerminkan nilai cerdas, karena membantu menyelesaikan masalah sampah dengan teknologi, sekaligus meningkatkan pengetahuan dan kreativitas siswa dalam menggunakan Arduino.
Sensor Penyiram Otomatis
Kelompok ini membuat alat penyiram tanaman otomatis menggunakan Arduino. Latar belakang pembuatan alat ini karena banyak tanaman di rumah yang mati akibat tidak dirawat atau lupa disiram. Dengan teknologi ini, tanaman dapat disiram secara otomatis sehingga lebih praktis dan tidak perlu mengingat jadwal penyiraman. Manfaat alat: Membantu merawat tanaman secara otomatis tanpa perlu menyiram manual setiap hari. Menjaga kelembaban tanah tetap stabil, sehingga tanaman tidak kekeringan atau kelebihan air. Memanfaatkan teknologi secara cerdas untuk mempermudah pekerjaan sehari-hari. Komponen yang digunakan: Arduino Breadboard Kabel male to male dan male to female Sensor kelembaban tanah Baterai dan soket Relay Water pump (pompa air) Cara kerja: Sensor dimasukkan ke tanah untuk membaca kelembaban tanah. Data tersebut dipantau melalui laptop. Jika kelembaban tanah di bawah 30%, maka pompa air akan otomatis menyiram tanaman hingga kelembabannya kembali cukup.
Palang Pintu
Anggota Kelompok Angelina Rosheina Santosa Jessica Edeline Yosep Naomi Queeneisha Natasha Diamonica Inessa Prasetya Neilsen Kyrell Kelompok ini membuat palang pintu dengan sistem password berbasis Arduino. Palang hanya dapat dibuka jika pengguna memasukkan password yang benar melalui keypad. Komponen yang digunakan antara lain Arduino Uno, servo motor 180°, keypad, kabel jumper, laptop/komputer, kabel USB, dan aplikasi Arduino IDE untuk menjalankan program. Cara kerjanya: alat dinyalakan dengan sumber daya, kemudian pengguna memasukkan password (misalnya 1234) melalui keypad. Jika password benar, servo akan membuka palang. Jika salah, palang tetap tertutup. Password juga bisa diubah melalui kode program. Manfaat alat ini adalah meningkatkan keamanan dengan mencegah orang yang tidak berwenang masuk. Refleksi dari proyek ini adalah nilai cerdas dan solidaritas, karena anggota kelompok belajar berpikir kreatif, membuat coding, serta bekerja sama dalam menyelesaikan proyek.
Motion Detection
Anggota Kelompok Cherryl Alexandra Fernandio Nicklaus Subarja Gavrel Kennad Nitisara Laowo, Jordan Paskah Neymi Abigail Naftalie Theresia Marsha Proyek yang dibuat adalah Sonar-Based Alert System (sistem pendeteksi gerakan/jarak) yang menggunakan sensor ultrasonik untuk mendeteksi objek secara real-time sebagai sistem keamanan sederhana. Komponen yang digunakan antara lain Arduino Uno, sensor ultrasonik HC-SR04, servo motor SG90, LCD 16×2 dengan modul I2C, LED merah dan hijau, buzzer, breadboard, kabel jumper, resistor 220 ohm, dan kabel USB. Sistem ini bekerja dengan mendeteksi jarak atau pergerakan objek menggunakan sensor ultrasonik, lalu memberikan peringatan melalui LED, buzzer, dan tampilan pada LCD. Proyek ini dibuat sebagai solusi sederhana untuk keamanan atau pemantauan otomatis.
Sensor Lampu Cahaya
Anggota Kelompok Jielvine Crystal Valery Gwen Irawan Ceila Agustine Clarence Liem Steven Farrel Setiawan Kelompok 6 membuat lampu otomatis dengan sensor cahaya berbasis Arduino. Alat ini dibuat agar orang tidak perlu menyalakan atau mematikan lampu secara manual dengan saklar. Komponen yang digunakan antara lain Arduino Uno R3, LCD 16×2, relay, sensor cahaya (LDR), kabel jumper, lampu, dan sumber daya. Cara kerjanya: sensor cahaya mendeteksi kondisi terang atau gelap. Jika lingkungan gelap, lampu akan menyala otomatis. Jika terang, lampu akan mati sendiri. Manfaat alat ini adalah mempermudah penggunaan lampu dan cocok digunakan di tempat seperti taman, halaman, atau garasi. Refleksi dari proyek ini adalah nilai cerdas dan solidaritas, karena kelompok belajar berpikir kreatif menggunakan teknologi Arduino serta bekerja sama hingga alat dapat berfungsi dengan baik.
Alarm Pintu
Anggota Kelompok Andrew Natallius Darren Zefanya Basthedo Kornelius Gerrard Yonadi Limbong, Bryan Alvino Panggabean Sitanggang,Martua Marvin Yosafat Kelompok ini membuat alarm pintu berbasis Arduino untuk meningkatkan keamanan rumah, karena banyak pintu masih hanya menggunakan kunci manual. Alarm ini akan berbunyi jika pintu dibuka sehingga dapat memberi peringatan kepada pemilik rumah dan orang di sekitar. Komponen yang digunakan antara lain powerbank, USB, Arduino Uno R3, breadboard, buzzer, kabel jumper (male to male), resistor 10 ohm, dan magnetic door sensor. Cara kerjanya: powerbank menyalakan Arduino. Ketika pintu dibuka, magnetic door sensor mendeteksi perubahan dan buzzer berbunyi sebagai alarm. Jika pintu ditutup kembali, alarm akan mati. Manfaat alat ini adalah meningkatkan keamanan rumah dan mengurangi rasa khawatir terhadap pencurian. Refleksi dari proyek ini adalah nilai cerdas, karena kelompok belajar mengembangkan kreativitas menggunakan Arduino untuk membuat alat yang bermanfaat bagi masyarakat.
Automatic Dispenser
Anggota Kelompok Elizabeth Tiffany Evelyn Davina Gunawan Ivana Kirana Widjaya Marcellinus Rafael Nadine Ellyana Weol Kelompok 4 membuat dispenser air otomatis berbasis Arduino untuk memudahkan mengambil air minum tanpa harus menekan tombol, cukup dengan menggunakan sensor. Komponen yang digunakan antara lain Arduino, sensor, relay, breadboard, pompa air mini, dan selang. Cara kerjanya: ketika gelas diletakkan di bawah sensor, sensor akan mendeteksi objek lalu relay mengaktifkan pompa, sehingga air mengalir otomatis ke dalam gelas. Manfaat alat ini adalah mempermudah pengambilan air minum dan membuat prosesnya lebih praktis. Refleksi dari proyek ini adalah nilai solidaritas dan cerdas. Anggota kelompok belajar bekerja sama, saling membantu, dan menghargai peran masing-masing. Mereka juga belajar berpikir kritis dan mencari solusi ketika terjadi kesalahan pada rangkaian atau coding hingga alat dapat berfungsi dengan baik.
Smart Flame Alert
Anggota Charlene Kirsten Simeon Glory Anastasya Setiawan Marvel Kietowibowo Jovina Christy Aurellia Justin Wilbert Setiawan elompok ini membuat alat pendeteksi api berbasis Arduino karena sering terjadi kebakaran akibat kelalaian manusia, seperti lupa mematikan kompor atau korsleting listrik. Kebakaran biasanya baru diketahui saat api sudah besar, sehingga alat ini dibuat untuk mendeteksi api lebih awal. Komponen yang digunakan antara lain Arduino sebagai pusat pengendali, flame sensor untuk mendeteksi api, relay sebagai saklar otomatis, buzzer sebagai alarm, kabel jumper, dan sumber daya listrik. Cara kerjanya: ketika sistem aktif, flame sensor terus membaca kondisi sekitar. Jika tidak ada api, buzzer dan relay tidak aktif. Jika api terdeteksi, sensor mengirim sinyal ke Arduino sehingga buzzer berbunyi sebagai alarm dan relay menyala sebagai tanda bahaya. Sistem bekerja otomatis dan real-time. Manfaat alat ini adalah mendeteksi kebakaran lebih awal, memberikan peringatan otomatis, dan mengurangi risiko kerugian besar akibat kebakaran. Alat ini dapat digunakan di rumah, dapur, atau ruangan yang rawan api. Refleksi dari proyek ini adalah kelompok belajar tentang kerja sama dan solidaritas, karena mereka saling membagi tugas, berdiskusi, dan memperbaiki kesalahan hingga alat dapat berfungsi dengan baik.
Parkiran
Anggota: Jeanly Andhiani Indrawan Gusti Kamasan Komang Ivashti Kenisharla Owen Marvel Antzel Marvel Yutinsio Calvin Valenciano Setiawan Proyek yang dibuat kelompok ini adalah palang pintu otomatis berbasis Arduino, seperti yang ada di parkiran mall atau gerbang. Proyek ini dipilih karena relatif mudah dibuat dan cocok untuk pemula, serta bisa dikembangkan menjadi inovasi yang lebih bermanfaat. Komponen yang digunakan yaitu Arduino Uno, sensor ultrasonik, servo 9 gram, LCD, dan buzzer. Cara kerjanya: Sensor ultrasonik mendeteksi objek dalam jarak ≤ 5 cm. Jika ada objek mendekat, buzzer berbunyi sekali, servo membuka palang hingga 90°, dan LCD menampilkan “Sistem siap, palang terbuka.” Jika objek menjauh, buzzer berbunyi beberapa kali, palang menutup perlahan, dan LCD kembali menampilkan “Sistem siap, palang tertutup.” Proyek ini membantu anggota kelompok memahami dasar penggunaan Arduino dan pembuatan sistem otomatis sederhana.
Speed Detector
Anggota: Butet Osnawati Limbong Christofer Owen Wiredja Christopher Michael Rainaldi Tanuwidjaja Felicia Melinda Indrawan Rizuki Artanita Theresia Kelompok ini membuat alat pendeteksi dan pengukur kecepatan kendaraan berbasis Arduino untuk membantu meminimalisir kecelakaan akibat kendaraan yang melaju terlalu cepat. Komponen yang digunakan antara lain Arduino, breadboard, dua sensor infrared, kabel jumper (male to male dan female to male), LCD 16×2, dan kabel Type-C sebagai sumber daya. Cara kerjanya: ketika mobil melewati sensor infrared pertama, Arduino mulai menghitung waktu. Saat mobil melewati sensor kedua, Arduino menghentikan perhitungan waktu. Selisih waktu tersebut kemudian digunakan untuk menghitung kecepatan kendaraan, dan hasilnya ditampilkan pada LCD. Jika mobil lebih cepat, waktu tempuh lebih singkat sehingga angka kecepatan lebih besar. Manfaat alat ini adalah mendeteksi kecepatan objek secara otomatis, meningkatkan kesadaran tentang batas kecepatan, dan membantu mengurangi risiko kecelakaan. Refleksi dari proyek ini adalah nilai cerdas, yaitu belajar berpikir kritis, mengevaluasi kesalahan pada sensor atau program, lalu memperbaikinya hingga alat dapat berfungsi dengan baik.
Jemuran Otomatis
Anggota Felicia Anabelle Suwandi Johanna Anabel Hermawan Jennifer Nathalie Soendjaja Natanael Dustin Irawan Hans Carlo Manuel Santoso Kelompok 5 membuat jemuran otomatis karena Indonesia memiliki dua musim, yaitu hujan dan kemarau. Saat musim hujan, orang sering khawatir menjemur baju karena bisa tiba-tiba hujan dan pakaian menjadi basah. Alat ini menggunakan beberapa komponen seperti Arduino, sensor hujan, relay, dan motor. Cara kerjanya adalah ketika sensor mendeteksi air (hujan), motor akan otomatis menggerakkan jemuran ke tempat yang teduh agar pakaian tidak terkena hujan. Jika sudah tidak ada air/hujan, jemuran akan kembali ke posisi semula. Manfaat alat ini adalah melindungi pakaian dari hujan, menghemat waktu dan tenaga, serta bekerja otomatis tanpa harus diawasi terus-menerus. Dari proyek ini, kelompok belajar tentang kerja sama tim, ketelitian, inovasi, dan tanggung jawab karena setiap anggota memiliki tugas seperti merakit komponen, membuat coding, dan mendesain alat.
Clearwave Waterpump
Anggota Audrey Chava Purnama Elixir Rafi Evan Jovaness Marsali Nerisha Rayleen Vanessa Laurencia Jap Kelompok yang terdiri dari Andrei Cakupurnama, Alisa Rafi, Pandevanas Marsali, Nerissa Raylin, dan Vanessa membuat alat water pump otomatis untuk mempermudah mengambil air dari galon tanpa harus mengangkat galon atau menekan tombol. Alat ini menggunakan beberapa komponen seperti Arduino Uno, sensor ultrasonik, relay 5V, water pump, breadboard, kabel jumper, dan baterai 3,7V (18650). Cara kerjanya adalah ketika sensor ultrasonik mendeteksi gelas atau objek dalam jarak sekitar 10 cm, sensor mengirim sinyal ke Arduino. Arduino kemudian mengaktifkan relay yang menyalakan pompa air, sehingga air mengalir otomatis ke gelas melalui selang. Baterai digunakan untuk memberi daya pada pompa karena daya dari Arduino saja tidak cukup. Dari proyek ini, kelompok belajar berinovasi membuat produk yang bermanfaat untuk mempermudah kehidupan sehari-hari, dengan nilai utama yaitu poin cerdas.
Mobil Sedotopia
Anggota Kelompok Quinn Nadine Livia Lois Valerie Wijaya Naomi Agatha Sarah Akhsa Zipora Felicity Sandrina Halim Neiva Leviana Tarya Latar belakang: Kebersihan lingkungan penting untuk kesehatan dan kenyamanan. Namun, proses membersihkan debu sering masih dilakukan secara manual dan kurang maksimal, sehingga dibuatlah alat pembersih otomatis berbasis Arduino. Komponen yang digunakan: Arduino Uno sebagai pengendali utama Driver motor (L293D / L298N) HC-05 Bluetooth Module untuk kontrol nirkabel Sensor ultrasonik HC-SR05 Ultrasonic Sensor Motor DC dan kipas (sebagai penyedot debu) Motor gearbox dan roda Baterai 18650 dan holder baterai Modul relay Kabel jumper dan kaleng bekas sebagai wadah debu Cara kerja alat: Saat alat dinyalakan, Arduino menjalankan program. Arduino mengirim sinyal ke driver motor. Motor DC memutar kipas. Putaran kipas menghasilkan daya hisap yang menyedot debu ke dalam wadah. Alat dapat dikontrol manual atau otomatis (misalnya melalui sensor atau Bluetooth). Manfaat proyek: Melatih kreativitas dan pemahaman tentang Arduino Belajar membuat alat pembersih yang sederhana dan ekonomis Melatih kerja sama tim dan disiplin Refleksi: Proyek ini mencerminkan nilai cerdas, karena melatih siswa berpikir logis, menganalisis masalah pada rangkaian atau program, serta menemukan solusi hingga alat dapat bekerja dengan baik.
DRYBOX
Anggota Jocelyn Sifra Loe Hillary Avrilea Vidson Wynza Demetria Ongkowijoyo Kalyana Visakha Paramita Aryavira Juan Wilbert Bernardi Valencia Levana Kusnadi Video tersebut menjelaskan proyek kotak penyimpanan makanan otomatis berbasis Arduino Uno. Alat ini dibuat untuk memudahkan penyimpanan makanan sekaligus memantau suhu dan kelembapan di dalam kotak. Komponen yang digunakan: Arduino Uno sebagai pengendali utama Sensor ultrasonik untuk mendeteksi jarak tangan Servo mini 180° untuk membuka dan menutup tutup kotak LCD untuk menampilkan data DHT22 untuk mengukur suhu dan kelembapan Breadboard dan kabel jumper untuk rangkaian Power bank sebagai sumber listrik Cara kerja alat: Sensor ultrasonik mendeteksi tangan yang didekatkan. Ketika jarak terdeteksi, servo akan membuka tutup kotak secara otomatis. Sensor DHT22 mengukur suhu dan kelembapan di dalam kotak. Data suhu dan kelembapan ditampilkan pada LCD. Manfaat alat: Memudahkan membuka kotak tanpa menyentuh tutup Membantu memantau suhu agar makanan seperti daging atau sayur tetap awet Menghemat listrik karena menggunakan power bank Menjadi contoh penerapan teknologi Arduino dalam kehidupan sehari-hari Proyek ini juga menunjukkan nilai cerdas, kreatif, dan terampil, karena siswa mampu melihat masalah sehari-hari dan membuat solusi teknologi sederhana.
Pendeteksi Gempa
Anggota Alexis Fayelin Herdiana Amelia Yolanda Indra Budi Catharina Rachel Claire Santosa Celine Fiona Ida Ayu Agung Paramitha Putri Sylvania Nathalie Wiredja Video tersebut menjelaskan proyek alat pendeteksi gempa sederhana yang dibuat menggunakan Arduino Uno R3. Alat ini bertujuan memberikan peringatan dini ketika terjadi getaran yang berpotensi sebagai gempa bumi. Komponen yang digunakan: Arduino Uno R3 sebagai pengendali utama Kabel jumper (male-to-male) untuk menghubungkan komponen Breadboard sebagai tempat merakit rangkaian ADXL335 Accelerometer untuk mendeteksi getaran Buzzer sebagai alarm peringatan Cara kerja alat: Sensor ADXL335 Accelerometer mendeteksi getaran. Data getaran dikirim ke Arduino Uno R3. Arduino membandingkan tingkat getaran dengan batas yang sudah ditentukan. Jika getaran melewati batas, buzzer akan berbunyi sebagai alarm tanda bahaya gempa. Manfaat alat: Memberikan peringatan dini saat gempa Membantu meningkatkan keselamatan masyarakat Meningkatkan kesadaran kesiapsiagaan bencana Proyek ini juga menekankan kerja sama tim (solidaritas) dan penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi dalam membuat solusi sederhana untuk masalah nyata.
Lampu Otomatis Berbasis Suara
Anggota Jocelyn Sifra Loe Hillary Avrilea Vidson Wynza Demetria Ongkowijoyo Kalyana Visakha Paramita Aryavira Juan Wilbert Bernardi Valencia Levana Kusnadi Video tersebut menjelaskan proyek sederhana menggunakan Arduino Uno untuk mengontrol lampu dengan sensor suara. Lampu biasanya dinyalakan menggunakan saklar, tetapi cara ini dianggap kurang praktis dan bisa menyebabkan pemborosan listrik jika lupa mematikannya. Proyek ini menggunakan sensor suara yang dapat mendeteksi bunyi seperti tepukan tangan. Ketika suara terdeteksi, sensor mengirimkan sinyal ke Arduino. Arduino kemudian memproses sinyal tersebut dan mengaktifkan modul relay yang berfungsi sebagai saklar elektronik untuk menyalakan atau mematikan lampu secara otomatis. Komponen utama yang digunakan: Arduino Uno Sensor suara Modul relay Kabel jumper Lampu Kabel steker Kabel USB Manfaat proyek: Memudahkan menyalakan lampu tanpa saklar Menghemat energi listrik Mengenalkan teknologi otomatis sederhana Selain aspek teknologi, proyek ini juga menekankan kerja sama tim, di mana setiap anggota memiliki tugas seperti merakit rangkaian, membuat coding, dan menguji alat. Proyek ini menunjukkan bahwa teknologi sederhana dapat menjadi solusi praktis dalam kehidupan sehari-hari.
Jemuran Otomatis
Anggota Keefe Aquilla Chandra Carissa Marline Cherryl Gohtama Christa Bela Pratikto Jocelyn Shilo Callista Anastasia Video ini menjelaskan proyek jemuran pakaian otomatis yang dibuat untuk mengatasi masalah pakaian yang kehujanan saat tidak ada orang di rumah. Sistem ini dirancang agar jemuran dapat masuk secara otomatis ketika hujan turun dan keluar kembali saat hujan berhenti. Proyek menggunakan beberapa komponen, seperti: Arduino Uno Resistor Kabel jumper LCD Sensor hujan Motor penggerak Cara kerja alat: Sensor hujan mendeteksi adanya air. Sensor mengirimkan sinyal ke Arduino Uno. Arduino memproses sinyal lalu mengaktifkan motor. Motor menggerakkan jemuran masuk ke tempat aman. Saat sensor kembali kering (hujan berhenti), jemuran bergerak keluar lagi untuk melanjutkan menjemur. Manfaat alat: Melindungi pakaian dari hujan Menghemat waktu dan tenaga Menjadi contoh penerapan teknologi sederhana dalam kehidupan sehari-hari Selain itu, proyek ini juga mengajarkan kerja sama tim (collaboration) karena setiap anggota kelompok bekerja sama dalam merancang, merakit, dan menguji alat.
Sabun Otomatis
Anggota: Evelynn Willyana Leonardus Haryo Mangunatmodjo Kaitlyn Ravella Riardo Caecilia Belinda Indrawan Gracia Auxillia Ronawi Annabelle Riani Ransun Kelompok 3 membuat hand sanitizer otomatis berbasis Arduino yang bertujuan agar pengguna tidak perlu menyentuh botol hand sanitizer, sehingga lebih higienis. Cara kerjanya, sensor inframerah mendeteksi tangan yang didekatkan, lalu Arduino mengirim sinyal ke servo untuk menekan pompa botol hand sanitizer sehingga cairan keluar secara otomatis. Proyek ini juga membantu siswa belajar pemrograman, memahami cara kerja sensor dan servo, melatih kreativitas, problem solving, serta kerja sama dalam kelompok.
Sistem Monitoring Kelembapan Tanah
Anggota Valiant Jimmy Hermawan Richie Angello Winter Senjaya Maximillian Raymond Kimiarto Callista Arlovie Leilani Gregorius Darrell Junaedi Kelompok ini membuat sistem monitoring kelembapan tanah menggunakan Arduino Uno dan sensor FC28/YL69. Alat ini berfungsi untuk mendeteksi tingkat kelembapan tanah lalu menampilkannya secara real-time pada LCD 16x2. Cara kerjanya, sensor membaca kelembapan tanah, kemudian Arduino memproses data tersebut, dan hasilnya ditampilkan di LCD. Sistem ini juga menggunakan modul relay yang dapat dihubungkan dengan perangkat lain seperti pompa air. Tujuan alat ini adalah untuk membantu memantau kelembapan tanah agar penyiraman tanaman lebih tepat, sehingga dapat menghindari kelebihan atau kekurangan air pada tanaman. Selain itu, proyek ini juga melatih kerja sama dan solidaritas dalam kelompok.
Detector Karbon Monoksida
Anggota Kelompok Gabriel Sandyawan Christian Fanuel Irawan Johnson Vivasana Lim, Adrienne Yovinna Limarta Alya Az-Zahra Kelompok 4 membuat alat pendeteksi polusi udara menggunakan Arduino Uno. Alat ini menggunakan sensor karbon monoksida MQ7 untuk mendeteksi kadar gas di udara. Cara kerjanya, sensor membaca tingkat karbon monoksida lalu Arduino memproses data tersebut dan menampilkannya melalui LED RGB: Hijau = udara aman Kuning = udara mulai tercemar Merah = udara berbahaya Tujuan alat ini adalah untuk mengetahui tingkat kualitas udara di sekitar agar lebih waspada terhadap polusi.
Smart Parking System
Anggota Jessica Cordelia Foustine Ferrini Ariendra Allencia Kimberly Thierryn Jolynn Fidelia Neysa Helsa Arvitalyana Yahya Sophie Abigail Kurniawan Kelompok 11-3 membuat Smart Parking System menggunakan Arduino Uno yang dapat menunjukkan jumlah slot parkir yang masih tersedia. Sistem ini menggunakan sensor IR untuk mendeteksi kendaraan dan servo motor untuk membuka serta menutup palang parkir secara otomatis. Tujuan pembuatan alat ini adalah untuk mempermudah pengelolaan parkir, menghitung jumlah kendaraan secara akurat, mengurangi kesalahan manusia, dan meningkatkan efisiensi waktu. Selain itu, proyek ini juga melatih kemampuan teknologi seperti coding dan perakitan komponen, serta menanamkan nilai solidaritas dan kerja sama dalam tim.
Lampu Otomatis Sensor PIR
Anggota: Christiano Rafael Jason Hans Jonathan Setiawan Risky Paulus Manurung Rafael Ryan Tanudjaja Isabelle Claudia Marvellino Tedja Alat yang dibuat adalah sistem lampu otomatis menggunakan sensor PIR dan Arduino Uno. Tujuan alat ini adalah menyalakan dan mematikan lampu secara otomatis ketika ada atau tidak ada pergerakan manusia. Cara kerjanya: Sensor PIR mendeteksi gerakan manusia. Jika ada gerakan, sensor mengirim sinyal ke Arduino Uno. Arduino kemudian mengaktifkan relay sehingga lampu menyala. Jika tidak ada gerakan lagi dalam beberapa waktu, lampu akan mati secara otomatis. Manfaat alat: Menghemat listrik. Memudahkan pengguna karena lampu tidak perlu dinyalakan secara manual. Cocok digunakan di tempat seperti kamar mandi, gudang, atau belakang rumah.
SkyEye Arduino
Projek Informatika Kelas XI-1 Karya: William Jonathan Prasetio Clive Eagan Siva Michelle Audrey Soeryana Gretha Evelynn Silalahi Sitorus, Gabriella Aiko Avrillicht Valerie Christabel Susanto
EnviroGuard Sistem Monitoring dan Mitigasi Lingkungan Cerdas
Projek Pembelajaran Informatika Kelas XI A. Nama Anggota Kelompok No Nama Lengkap/Absen 1 Vincent Kristianto/29 2 Cornellius Rafaell Sutiono/08 3 Angel Larisa/03 4 Angelina Windy/04 5 Abigail Gracielle Tanuwijaya/01 6 Kenzie Suryawinata/17 B. Nama Alat/Sensor yang Digunakan • DHT11: Sensor suhu dan kelembaban udara • LDR (Light Dependent Resistor): Sensor cahaya untuk mendeteksi asap atau perubahan intensitas cahaya • SW-520D: Sensor kemiringan (tilt sensor) • LCD I2C 16x2: Display untuk menampilkan status dan data sensor • Servo Motor: Aktuator untuk membuka/menutup gerbang darurat • LED (Merah, Kuning, Hijau): Indikator visual status keamanan • Buzzer: Alarm suara untuk peringatan bahaya • Arduino: Mikrokontroler sebagai pemroses utama sistem C. Fungsi Sistem Sistem dirancang untuk mendeteksi risiko kebakaran dan tanah longsor secara otomatis dengan memantau beberapa parameter lingkungan: • Memantau suhu ruangan (20-350C) • Memantau kelembaban udara (40-80%) • Mendeteksi perubahan intensitas cahaya (asap/api) • Mendeteksi kemiringan bangunan • Memberikan peringatan visual (LED) dan audio (buzzer) • Mengaktifkan gerbang darurat otomatis sesuai tingkat bahaya D. Tingkat Status Sistem • AMAN: 0 risiko terdeteksi → LED hijau menyala • WASPADA: 1-2 risiko terdeteksi → LED kuning menyala • BAHAYA: 3-4 risiko terdeteksi → LED merah menyala + Buzzer + Servo 900 • KRITIS: 5+ risiko terdeteksi → LED merah menyala + Buzzer kritis + Servo 1800
SMART POWER-SAVING CAR TUNNEL
Projek Informatika Kelas XI-1 By Alvin / 02, Evan / 09, Josua / 15, Matthew / 18, Nicholas / 20, Owen / 21 Nama Produk: Smart Tunnel Lights Deskripsi: Terowongan mobil dengan lampu otomatis untuk menerangi jalan. Lampu dalam keadaan mati secara default, tetapi akan menyala apabila ada kendaraan yang melewati terowongan. Produk ini memanfaatkan penggunaan IR (Infrared) Sensor untuk mendeteksi pergerakan kendaraan yang masuk maupun keluar terowongan. Kode sudah didesain sedemikian rupa supaya lampu tidak mati apabila masih ada kendaraan di dalam terowongan, melainkan ketika sudah tidak ada kendaraan di dalam terowongan. Perangkat yang Digunakan: ● Arduino UNO 1x ● Breadboard 1x ● Battery 9V + Battery Connector (Jack Cable) 1x ● IR Sensor 2x ● LED 8x ● Resistor 220 Ohm 8x ● Jumper Cable ±32x How It Works: - IR Sensor di awal terowongan mendeteksi kendaraan yang masuk, menambah variable “int car” sebanyak 1. IR Sensor kedua di akhir terowongan mendeteksi kendaraan yang keluar, mengurangi variable “int car” sebanyak 1. - Apabila variable int car = 0, lampu di terowongan akan mati. Apabila variable int car > 0, lampu di terowongan akan menyala. Lampu akan terus menyala hingga variable int kembali = 0. - Lampu menyala secara berurutan dan tidak bersamaan, dari awal terowongan sampai akhir dengan cukup cepat sehingga mobil tidak melewati terowongan terlebih dahulu sebelum semua lampu sempat menyala. Begitu juga saat lampu mati, beruntun dari awal sampai akhir terowongan. - Dengan demikian, lebih dari satu kendaraan dapat melewati terowongan tanpa terjadi masalah seperti lampu yang mati pada saat masih ada kendaraan di dalam terowongan.
Anti Turu
Projek Informatika Kelas XI-1 Komponen: Arduino UNO, Sensor PIR, LCD 16x12 I2C, Buzzer, Kabel Jumper + Sumber Daya Kami menjadikan Arduino sebagai alat pendeteksi kantuk yang kami beri nama Anti Turu. Alat ini dirancang untuk meningkatkan kewaspadaan dengan cara mendeteksi gerakan tubuh pengguna. Apabila sistem tidak mendeteksi adanya gerakan selama 5 detik, maka pengguna akan dianggap mengantuk atau tertidur. Dalam kondisi tersebut, alat akan secara otomatis membunyikan alarm sebagai peringatan agar pengguna kembali terjaga dan tetap waspada. Karena pada saat mengemudi banyak pengendara yang mengalami rasa mengantuk selama perjalanan, hal ini sering kali menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan data yang ada, sebagian besar kecelakaan tersebut disebabkan oleh faktor kelelahan dan mengantuk, dengan persentase mencapai sekitar 21%, sehingga kondisi ini menjadi masalah serius yang perlu mendapat perhatian khusus. Nama Kelompok: 1. Calvien Carlton XI-1/5 2. Felicia Angela XI-1/10 3. Felicya Yoshiana Caroline XI-1/11 4. Gabriel Stanley Effendy XI-1/12 5. Keira Noemi Abigail Setiawan XI-1/16 6. Raditya Dwiandika Nugroho XI-1/23
Pendeteksi Kebakaran
Projek Pembelajaran Informatika Kelas XI Materi Pemrograman Microcontroller menggunakan Arduino Karya: Cathrine Wijaya Sucipto XI-1 / 06 Genoveva Mikaella Angelina Pangestu XI-1 / 13 Georgius Mikhael Pinem XI-1 / 14 Rachell Yesaria Telaumbanua XI-1 / 22 Stevan Adellardo Manurung XI-1 / 26 Tiffani Naomi Kaylee XI-1 / 27
ACLAM
Hasil Karya Ujian Praktik Informatika Kelas XII Ketua Kel = Andrew Shawn Sugianto Anggota = Charles Hansen Saputra Leonardus Lionnel Mulyadi Angelina Sylvia Monica Renata Wijaya Link Website: https://angelina2324.wixsite.com/my-site-3 Proyek ini merupakan sistem alarm berbasis Arduino yang dirancang sebagai properti visual dengan inspirasi dari perangkat C4 fiktif. Bagian luar meniru tampilan blok dan timer yang sering terlihat dalam film dan gim, sehingga menghasilkan desain yang dramatis dan menarik perhatian. Di dalamnya, mikrokontroler Arduino berfungsi sebagai otak sistem yang mengendalikan tampilan hitung mundur digital, LED indikator, dan buzzer alarm.Perangkat ini murni berfungsi sebagai alarm elektronik dan proyek demonstrasi, tanpa komponen peledak nyata. Saat diaktifkan, timer akan menghitung mundur dan memicu peringatan suara serta cahaya untuk mensimulasikan rasa urgensi. Proyek ini cocok digunakan sebagai media pembelajaran sistem tertanam, elektronika, serta desain casing kreatif.
GateSphere Car Smart Parking System
Karya Ujian Praktek Kelas XII Pelajaran informatika Anggota: Yosua Budiman/XII-2/25 Benedict Arthur Hadinata/XII-1/02 Rovelino Eltanijaya/XII-1/19 Varent Eloise/XII-1/25 Brigitha Renata Greaceanjani XII-II/06 Link Website: https://rovelino2324.wixsite.com/gatesphere-car-smart RFID Door Lock kami hadir sebagai solusi akses pintu yang aman, efisien, dan hemat biaya untuk berbagai jenis gedung seperti perkantoran, kampus, apartemen, hotel, hingga fasilitas umum. Teknologi ini dirancang untuk menggantikan sistem konvensional yang masih bergantung pada kunci manual atau tiket fisik, sehingga mampu meningkatkan keamanan sekaligus menekan biaya operasional.
Chain Smoker
Karya Siswa Kelas XII untuk Ujian Praktek Informatika Anggota: Michael Hadisaputra Devon Theodorus Tanuwijaya Christophorus Edmund Chan Jack Antony Nugroho Otniel Keenan Andrew Karisma Website: https://devon2324.wixsite.com/chainsmoker Alat pendeteksi asap modern yang dirancang untuk mendeteksi asap dan potensi kebakaran sejak awal Sensor Asap Sensitif – Mendeteksi asap bahkan dalam jumlah kecil Alarm Suara – Memberi peringatan langsung saat bahaya terdeteksi Respon Cepat & Akurat – Mengurangi risiko keterlambatan evakuasi
Bingo Smart Bin
Produk Ujian Praktek Informatika Kelas XII Anggota: Tjhi, Benedict Manuel Allen Valentino Adrian Kasim Marcella Cindy Johan Sebastian Gea Jaden Amadeus Link Website: https://johan2324.wixsite.com/my-site-1 Dalam project Arduino ini akan kita buat sebuah tempat sampah yang bisa memilah sendiri menggunakan soil moisture sensor yang akan memilah apakah sampah tersebut basah atau kering.Agar sampah bisa dideteksi maka digunakan Sensor Ultrasonik. Untuk supaya penutup sampah bisa memindahkan ke wadah yang sudah ditentukan akan ditambahkan servo agar bisa miring. Dari konsep ini sudah sederhana maka akan ditambahkan Ultrasonic lagi untuk mendeteksi tangan kita agar bisa membuat tutup sampah yang menyeluruh agar bisa di buka dan dibuang isi yang sudah penuh. Penambahan LCD OLED yang nanti di tampilkan sebuah muka yang lucu akan membuat produk lebih menarik dan memotivasikan orang orang untuk seolah olah ngasih makan tempat sampah.
AttendPro
Karya Siswa Kelas 12 untuk Ujian Praktek Informatika Tim: 1. Abigail Josephina 2. Gregorius Gerdy 3. Marchio Tanichi 4. Hersel Geraldo Prasetyo 5. Ryan Hansley 6. Patricia Natalie Yohanes Link Website: https://ryan23245.wixsite.com/my-site-6 AttendPro adalah sistem absensi digital berbasis Arduino yang menggunakan RFID Reader dan LCD untuk mencatat kehadiran secara otomatis. Siswa atau karyawan cukup menempelkan kartu RFID pada reader, lalu data absensi langsung tersimpan dalam sistem dan ditampilkan melalui LCD. Sistem ini dirancang untuk memudahkan proses absensi serta meningkatkan keakuratan dan keamanan pencatatan kehadiran.